Trieka Creativity

Rabu, 28 September 2011

Setting Wireless Router TP-Link dengan ADSL Modem

 Cukup mudah untuk men-seting dan meng-konfigurasi router dengan modem ADSL, tinggal mengikuti panduan yang ada di dalam buku manualnya, sudah cukup untuk bisa digunakan akses ke internet.




Ada dua cara untuk melakukan setting router TP-Link :

  1. Menggunakan CD Aplikasinya
  2. Melalui Halaman WEB / WEB browser.
Disini kita akan bahas dengan cara yang paling umum dipergunakan, yaitu dengan WEB browser.
  • Untuk bisa setting routernya, sebelumnya kita harus menyamakan segmentasi IP Address Notebook/PC yang akan kita pergunakan untuk mensetting dengan segment IP default Router (untuk TP-Link sebagian besar IP defaulnya adalah 192.168.1.1), jadi IP Notebook/PC kita set 192.168.1.69 (IP Address tidak boleh sama dengan Device yang akan di setting).
  • Melalui halaman web, Ketikan IP default Router di Web Browser, 192.168.1.1. 






  • Masukkan default username & password router,  username: admin, password: admin



















  •  Setelah masuk di web Administrasi router TP-Link, disarankan untuk mengganti IP default router/TP-Linknya, karena pada umumnya modem ADSL menggunakan default IP yaitu 192.168.1.1 .
  •  Masuk ke menu: Network > LAN ganti IP Address TP-Linknya, Disarankan untuk merubah dengan segmentasi IP yang berbeda, menjadi: 192.168.2.1 dan Subnet Mask: 255.255.255.0. Save.













  • Disarankan juga untuk mengganti password defaultnya dengan cara memilih menu: System Tools -> Password selain ada pilihan mengganti password, juga ada disarankan untuk mengubah username defaultnya.
  • Restart TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
  • Tunggu beberapa saat, dan untuk masuk ke halaman web admin router/TP-Link nya, gunakan IP yang baru: 192.168.2.1 dan masukan username & password yang baru
  • Setelah masuk ke halaman administrator, pilih menu: Quick Setup dan ikuti langkah selanjutnya (klik tombol NEXT)
  • Pada saat Choose WAN Connection Type, pilih Dynamic IP; klik tombol NEXT
  • Pada halaman Wireless:









    1. Wireless Radio: Enable
    2. SSID: isi dengan nama ID yang akan di broadcast pada saat signal WiFi di pancarkan
    3. Region: Indonesia
    4. Channel: Disesuaikan, pastikan menggunakan Channel yang belum di pergunakan.
    5. Mode: 54Mbps (802.11g)
    6. Next
    7. Finish
  • Selanjutnya, setting Gateaway & DNS nya kita sesuaikan dengan setting ADSL Modem, masuk ke menu: Network -> WAN
    1. Klik Renew pada bagian Gateaway, dan isi dengan IP Modem: 192.168.1.1
    2. Pilih/checklist bagian Use These DNS Server
    3. Primary DNS: 203.130.196.5
    4. Secondary DNS: 202.134.0.155
    5. Save
  • Selanjutnya, setting untuk security routernya, agar tidak bisa digunakan oleh siap saja dengan memilih menu Wireless -> Wireless Setting, Beberapa setting sudah dipilih sesuai dengan setting sebelumnya.









    1. Pilih/Klik Enable Wireless Security
    2. Security Type: WEP
    3. Security Option: Automatic
    4. WEP Key Format: Hexadecimal
    5. Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit
    6. Save
  • Sampai tahap ini, router sudah bisa digunakan, namun untuk lebih memastikan, ada beberapa hal yang bisa disetting terlebih dahulu sebelum router nya di REBOOT
  • Setting range IP Client DHCP pada TP-Link nya dengan memilih menu: DHCP -> DHCP Setting, isi range IP sesuai dengan yang dikehendaki, misal: Start IP Address: 192.168.2.100 & End IP Address: 192.168.2.199, klik SAVE
  • Cek juga setting Time dengan memilih menu: System Tools -> Time sesuaikan dengan timezone dan waktu anda, klik SAVE
  • Reboot router TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
  • Router TP-Link anda siap digunakan. Cabut kabel LAN dari laptop/PC dan aktifkan WiFi nya, coba untuk search WiFi (SSID) router dan masukkan WEP yang telah di set pada saat melakukan koneksi ke router. Selamat Mencoba.

Label:

Kamis, 22 September 2011

Perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router + Video Simulation

Untuk menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, kita kadang mendengar istilah Hub, Switch, Bridge dan Router, lantas apa perbedaan diantara keempat peralatan tersebut?. Tulisan ini saya rangkum dari berbagai sumber terutama modul kuliah jaringan komputer yang pernah saya dapatkan. Berikut definisi dan perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router.

Hub

* Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.
* Cara Kerja:
Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
* Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan.

Download simulasi cara kerja Hub disini



Bridge

* Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
* Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet).
* Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.
* Cara Kerja:
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
* Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.

Download simulasi cara kerja Switch disini


Switch

* Switch bentuknya hampir sama dengan hub.
* Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari konsep bridge.
* Cara Kerja:
Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
* Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
* Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.


Download simulasi cara kerja Switch disini



Router


* Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki.
* Cara Kerja:
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.
* Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.
* Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.
* Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.
* Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internetworking device.

Download simulasi cara kerja Router disini

Label:

Koneksi Internet Speedy dengan MikroTik RB750

MikroTik RouterBoard RB750 adalah generasi terbaru routerboard keluaran Mikrotik yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V. Seri RB750 ini terdiri dari 2, yaitu RB750 dan RB750G yang sudah support GbE (Gigabit Ethernet)-kecepatan 1000 Mbit / s.













Secara default MikroTik RB750 sudah langsung bisa kita gunakan sebagai gateway untuk koneksi internet seperti misalnya koneksi internet dengan ADSL Speedy. Penambahan RouterBoard sebagai gateway ini akan menyebabkan bertambahnya satu hop (lompatan) lagi sebelum traffic keluar / masuk internet, tetapi hal ini tidak akan banyak berpengaruh pada jaringan yang akan kita gunakan.

Koneksi Internet Speedy dengan MikroTik RB750

Dari manual singkat yang saya dapatkan pada box luar MikroTik RB750, ternyata untuk menggunakan Mikrotik RB750 ini sangat gampang, berikut step by step koneksi internet dengan MikroTik RB750 sebagai gateway:

1. Hubungkan koneksi internet (kabel UTP) dari modem Speedy ke Port 1 MikroTik RB750.
2. Untuk koneksi ke komputer / client dapat kita gunakan Port 2,3,4 atau 5, berarti maksimal 4 buah PC Client yang bisa terhubung secara langsung.
3. Selanjutnya untuk setingan IP Address tiap-tiap PC Client kita set secara automatic. Hal ini dilakukan agar tiap-tiap pc client yang terhubung bisa mendapatkan IP Address dinamic dari Router MikroTik.














4. Pastikan semua koneksi sudah terhubung dengan benar, untuk mengeceknya dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:
* cek apakah sudah dapat ip dari Router, buka command prompt ketik: ipconfig /all, harusnya setiap komputer akan mendapatkan IP Address dalam rentang antara 192.168.88.10/24 sampai 192.168.88.254/24.
* cek apakah sudah terhubung ke Modem Speedy, ketik: ping 192.168.1.1 (alamat default modem).
* cek apakah sudah terhubung ke internet, ketik: ping google.com
5. Setelah semua berjalan sebagaimana mestinya, berarti kita sudah bisa terhubung ke internet.

Demikianlah salah satu cara simple koneksi internet speedy dengan menggunakan mikrotik rb750. Selanjutnya kita tinggal me-manage trafic yang terbagi ke masing-masing komputer client tersebut.

Label:

Mengenal Routing Pada MikroTik

Beberapa hal yang harus diperhatikan tentang Routing pada MikroTik

* Konsep Routing di MikroTik menggunakan prinsip destination address (dst-address) dan gateway.
* Saat kita menambahkan IP Address pada interface secara otomatis dynamic routes akan dibuat.
* Default gateway merupakan Routing Static. Default gateway adalah kasus dimana semua tujuan (dst-address=0.0.0.0/0) akan dialihkan ke gateway tertentu.


Beberapa Parameter Routing pada MikroTik diantaranya:

* Destination Address (dst-address), merupakan single IP atau jaringan subnet tujuan.
* Gateway (pintu keluar), merupakan single IP dari router selanjutnya yang harus dituju (next hop).
IP Address Gateway harus merupakan IP Address yang subnetnya sana dengan salah satu IP Address yang terpasang pada router (connect directly).
* Gateway Interface, digunakan apabila IP gateway tidak diketahui dan bersifat dinamik
* Pref Source, source IP Address dari paket yang akan meninggalkan router
* Distance, beban untuk kalkulasi pemilihan routing.


Pemilihan Routing
Routing pada MikroTik akan dipilih dengan urutan:

* Tujuan yang lebih spesifik akan lebih diutamakan
Misal tujuan 192.168.1.1/24 akan lebih diutamakan daripada 192.168.1.0/24
* Distance yang lebih kecil akan lebih diutamakan
* Bila tujuan dan distance sama, maka akan berlaku sistem random














Contoh Simple Static Routing, Agar 2 buah komputer ini bisa terkoneksi ke internet, dibutuhkan sebuah router yang berfungsi sebagai gateway.

Label:

MikroTik Command Line Interface Basic


Mengkonfigurasi MikroTik RouterOs memang lebih mudah menggunakan Winbox GUI , tetapi tidak ada salahnya kalau kita juga mengetahui dasar-dasar perintah MikroTik menggunakan Command Line Interface.

Mengkonfigurasi MikroTik menggunakan Command Line Interface (CLI) ini bisa kita lakukan dengan menggunakan telnet, ssh, menu terminal pada winbox, kabel serial atau secara langsung apabila kita menginstall MikroTik RouterOS pada sebuah PC.


Berikut beberapa perintah dasar mengkonfigurasi MikroTik dengan menggunakan Command Line Interface (CLI):

1. Memberi Nama Router
/system identity set name=RouterKu.

2. Melihat Interface yang terpasang
/interface print

3. Memberi Nama pada Interface Ethernet
/interface ethernet set ether1 name=Public
/interface Ethernet set ether2 name=Local
atau
/interface set 0 name=Public
/interface set 1 name=Local
atau
/ interface set 0 name=Public; set 1 name=Local

4. Memberi IP Address pada interface Public dan Local
/ip address add address=192.168.67.100/24 interface=Public
/ip address add address=167.16.10.100/24 interface=Local

5. Mengganti IP Address pada interface Local (1)
/ip address remove 1
/ip address add address=172.16.10.100/24 interface=Local

6. Menambahkan default gateway
/ ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.67.2 Atau
/ip route add gateway=192.168.67.2

7. Menambahkan NAT Masquerade
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade

8. Menambahkan Primary DNS dan Secondary DNS
/ip dns set primary-dns=203.78.115.215 secondary-dns=203.78.115.222 allow-remote-request=yes

9. Menambahkan DHCP Server packet
* Buat IP Pool
/ip pool add name = ippool1 ranges= 172.16.10.1-172.16.10.10
* Setup DHCP Server
/ip dhcp-server add interface=Local address=ippool1
* Setup Netwok; Gateway, DNS Server,..
/ip dhcp-server network add address=172.16.10.0/24 gateway=172.16.10.100 s=dns-server=203.78.115.222

10. Membackup System configuration
/system backup save name=Backup-1

11. Restore System configuration
/system backup load name=Backup-1

Demikianlah beberapa contoh MikroTik Command Line Interface untuk mengkonfigurasi MikroTik RouterOS, IP Address yang digunakan pada diatas hanyalah contoh saja, sehingga harus kita ubah sesuai dengan IP Address yang kita kehendaki.

Label:

Mengenal MikroTik, RouterOS dan RouterBoard


MIKROTIK



MikroTik berasal dari kata mikrotikls yang berarti “network kecil” dalam bahasa Latvia. MikroTik dengan trademark MikroTik, RouterOS dan RouterBOARD merupakan perusahaan kecil berlokasi di Riga, ibukota Latvia bersebelahan dengan Rusia dan memiliki lebih dari 70 karyawan, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins.

MikroTik yang mempunyai motto “Routing The Word” didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan Router dan sistem ISP dengan wireless. Sekitar tahun 1997 MikroTik membuat sistem RouterOS perangkat lunak yang menyediakan stabilitas yang luas, kontrol, dan fleksibilitas untuk semua jenis interface data dan routing. Pada tahun 2002 MikroTik memutuskan untuk membuat perangkat keras sendiri yang mempunyai kemampuan handal sebagi mesin Router , dan merek RouterBOARD akhirnya lahir.


RouterOS



RouterOS merupakan Software Router untuk PC (x86, AMD, dll). RouterOS ini berupa sistem operasi berbasis linux yang kita install pada komputer (Personal Computer) yang mampu menjadikan sebuah PC (bahkan dengan spesifikasi yang rendah) menjadi sebuah Router yang handal dengan fitur yang lengkap.

Berikut contoh spesifikasi komputer yang bisa kita dijadikan Router dengan menggunakan MikroTik RouterOS (semakin tinggi spesifikasi komputer yang digunakan tentu akan membuat semakin baik pula unjuk kerja dari Router) :

* Processor : Intel Pentium II 400 MHz
* Hardisk : 4 GB
* RAM : 128 MB
* Network Card : 2 buah NIC


RouterBOARD



RouterBOARD merupakan hardware (Router) yang didesain oleh MikroTik. RouterBOARD memiliki beragam seri dan interface yang disesuaikan dengan kebutuhan. RouterBOARD menggunakan RouterOS sebagai software / sistem operasinya.

Beberapa contoh Routerboard ini diantaranya adalah RB400, RB600, R52H, R52N, R2N yang merupakan Wireless board dan RB750, RB450G, RB1000 yang merupakan Embeded (sistem minimum) Router.

RouterBOARD memiliki sistem pengkodean tertentu, misalnya untuk RouterBOARD RB433 seperti gambar diatas memiliki pengertian sebagai berikut:






Kode lainnya yang terdapat dibagian dibelakang tipe:

* U - dilengkapi port USB
* A - Advanced, biasanya level 4 atau diatasnya
* H - High Performance, Processor lebih tinggi
* R - dilengkapi Wireless Card embedded
* G - dilengkapi port Ethernet Gigabit

OK mungkin itulah sedikit gambaran tentang istilah MikroTik, RouterOS dan RouterBoard.

Label:


 
Adsense Indonesia